Support Dan Resistance Continuation Type 1 ( SNRC1)
Support Dan Resistance Continuation Type 1 ( SNRC1)

Rahasia Support Dan Resistance Continuation Type 1 ( SNRC1), Penjelasan Beserta Gambar

Posted on

Support dan Resistance Continuation Type 1 (SNRC1) adalah pola tren yang menunjukkan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut. Pola ini terdiri dari dua garis, yaitu garis Support dan garis resistensi.

Garis Support adalah level harga di mana tekanan beli lebih besar daripada tekanan jual, sehingga harga cenderung untuk memantul ke arah atas. Garis resistensi adalah level harga di mana tekanan jual lebih besar daripada tekanan beli, sehingga harga cenderung untuk berbalik arah ke bawah.

SNRC1 terbentuk ketika harga bergerak di atas garis Support dan kemudian kembali ke garis tersebut. Setelah itu, harga bergerak kembali ke atas dan menembus garis resistensi. Pergerakan ini menunjukkan bahwa ada kekuatan tren yang cukup kuat untuk melanjutkan pergerakan harga.

Untuk mengkonfirmasi SNRC1, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Pergerakan harga harus jelas menembus garis Support dan resistensi.
  2. Pergerakan harga harus diikuti oleh volume yang cukup besar.
  3. Pergerakan harga harus konsisten dengan tren yang sedang berlangsung.

Jika ketiga hal tersebut terpenuhi, maka SNRC1 dapat menjadi sinyal yang kuat untuk melanjutkan tren yang sedang berlangsung.

Contoh SNRC1

Berikut adalah contoh SNRC1 Bullish:

Contoh SNRC1

Pergerakan harga naik dari suport ke Resisten A, Setelah itu, harga bergerak turun ke titik B dan kembali ke garis Resisten di titik C. Selanjutnya, Ada tekanan jual menuju D, namun karena pembeli lebih mendominasi maka harga bergerak naik dan menembus garis resistensi di titik E.

Setelah memahami konsep SNRC1, pertanyaan selanjutnya adalah dimana area penting yang dijadikan untuk Open Posisi?

SNRC1 dapat digunakan sebagai strategi perdagangan dengan mengambil posisi beli ketika harga menembus garis resistensi setelah kembali ke garis Support. Stop loss dapat ditempatkan di bawah garis Support untuk melindungi posisi dari kemungkinan pergerakan harga yang berbalik.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua SNRC1 akan berhasil. Ada kemungkinan bahwa harga dapat berbalik arah setelah menembus garis resistensi, atau harga dapat terjebak dalam kisaran antara garis Support dan resistensi. Oleh karena itu, manajemen risiko yang baik dan penggunaan indikator tambahan diperlukan untuk meningkatkan peluang keberhasilan perdagangan.

Selain itu, SNRC1 juga dapat digunakan sebagai sinyal untuk keluar dari posisi jual. Jika harga menembus garis resistensi setelah bergerak turun dari garis Support, ini dapat menjadi tanda bahwa tekanan beli sedang meningkat dan tren turun mungkin berakhir.

Cara Trading Open Posisi di SNRC1

Gambar SNRC1
Gambar SNRC1 Bullish

Gambar diatas merupakan line chart setup SNRC1. Untuk entry OP nya sebagai berikut:

  1. Tandai Strong Resisten
  2. Ada pola RBR yang sejajar dengan Strong Resisten, tandai Area RBR. Apa itu RBR? baca disini
  3. Setelah Resisten di break, maka anda bisa re- entry di area RBR.
SNRC1 Setup
SNRC1 Setup, Bullish

Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk SNRC1 Buy Setup

  1. Tandai Area Rally Base Rally (RBR).
  2. Strong Resistance (huruf kapital V) harus berada dalam zona RBR atau sejajar.
  3. Beralih ke Time Frame yang Lebih Tinggi untuk mencari Engulf atau body candle yang belum menyentuh zona bahaya sebagai konfirmasi kuat.
  4. Buy Entry di Area RBR

Jadi, pada gambar diatas terlihat di TF H1 terdapat setup SNR C1, untuk menguatkan coba chart anda rubah ke timeframe yang lebih tunggi seperti ke TF H4, dan lihatlah di TF yang lebih besar ternyata ada Bullish Egulfing yang menandakan area ini berpotensi sangat kuat untuk mendorong harga bulish lagi.

SNRC1 Setup, Bearish
SNRC1 Setup, Bearish

Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk SNRC1 Sell Setup

  1. Tandai Area Drop Base Drop (DBD).
  2. Strong Support (huruf kapital V) harus berada dalam zona DBD atau sejajar.
  3. Beralih ke Time Frame yang Lebih Tinggi untuk mencari Engulf atau body candle yang belum menyentuh zona bahaya sebagai konfirmasi kuat.
  4. Sell Entry di Area DBD

Apa Perbedaan Setup SNRC1 dan Setup SNRC2?

Untuk menjawah pertanyaan ini, bisa kunjungi penjelasan tentang SNRC2 lebih jelas disini

Dalam kesimpulannya, SNRC1 adalah pola tren yang menunjukkan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut. Pola ini terdiri dari garis Support dan garis resistensi, dan terbentuk ketika harga bergerak di atas garis Support dan kemudian menembus garis resistensi.

SNRC1 dapat digunakan sebagai sinyal untuk masuk atau keluar dari posisi perdagangan, tetapi manajemen risiko yang baik dan penggunaan. Mungkin indikator tambahan diperlukan untuk meningkatkan peluang keberhasilan perdagangan.

Gravatar Image
I am a professional writer who has long worked in the field of information technology.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *